Jumat , 18 Oktober 2019

Lombok Jadi Destinasi Wisata Halal Terbaik di Indonesia

10 April 2019 18:32 WIB


Suasana penyampaian laporan Muslim Travel Index (IMTI) 2019 (Dok. Kementerian Pariwisata RI).

Solotrust.com - Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terpilih sebagai destinasi wisata halal (halal tourism) terbaik di Indonesia dengan nilai skor tertinggi mencapai 70, mengungguli 10 destinasi lain di Tanah Air. Hal ini diwartakan Kementerian Pariwisata RI via lamannya, Senin (8/4/2019).

Muslim Travel Index (IMTI) 2019 dalam laporannya menyebutkan ada 10 destinasi wisata halal unggulan Indonesia yakni Lombok, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur (Malang) dan sekitarnya, Sulawesi Selatan dan sekitarnya.



Semua destinasi tersebut mempunyai nilai rata-rata sebesar 55, dimana skor tertinggi dicapai Lombok dengan 70 poin, sedangkan skor terendah yakni 33 diperoleh destinasi Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya).

“Hasil IMTI 2019 menunjukkan terjadinya peningkatan skor di 10 destinasi wisata unggulan Indonesia,” kata Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating dan HalalTrip ketika menyampaikan report IMTI 2019 di Lobby Lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin siang (8/4/2019).

Sementara itu pada IMTI 2018, 10 destinasi unggulan mencatatkan skor tertinggi yakni 58 yang diperoleh Lombok, dan terendah destinasi Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya) sebesar 30 poin.

Ia juga menjelaskan, IMTI 2019 mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI) yang mengadopsi 4 kriteria meliputi; Access, Communication, Environment, dan Services (ACES).

“Masing-masing kriteria terdiri dari tiga komponen; untuk Access terdiri atas; visa requirements, air connectivity, transport infrastructure; Communication (outreach, ease of communication, dan digital presence);  Environment (safety and culture, visitor arrivals, dan enabling climate). Sedangkan komponen Services terdiri dari core needs (halal food and prayers); core services (hotels, airports), dan unique experiences,” katanya.

Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar mengatakan, Indonesia sebagai pemain global halal tourism harus menggunakan standar global yang untuk wisata halal mengacu pada GMTI.

“Menteri Pariwisata menargetkan, Indonesia tahun ini menjadi ranking 1 sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia versi GMTI,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Ia mengatakan, untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) halal tourism tahun ini ditargetkan mencapai 5 juta wisman atau 25% dari target 20 juta wisman.

Pengarah Tim Percepatan Wisata Halal, Riyanto Sofyan mengatakan, Kemenpar menggandeng Mastercard dan CrescentRating untuk membuat standar penilaian kinerja wisata halal Indonesia atau Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dengan mengacu pada standar global GMTI dimulai pada 2015.

“Pembentukan IMTI dimulai pada 2018, sedangkan IMTI 2019 ini merupakan tahun kedua dalam menerapkan standar global GMTI untuk menilai kinerja destinasi pariwisata halal unggulan di Indonesia,” katanya. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »