Jumat , 26 Februari 2021

Film ‘Once Upon a Time in Hollywood‘ Akan Eksplorasi Budaya Hippie di LA

22 Maret 2019 06:02 WIB


Teaser foto untuk film "Once Upon a Time in Hollywood" (Dok Sony Pictures)

SOLO, solotrust.com - Film Hollywood yang dibintangi dua aktor kawakan Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt yakni "Once Upon a Time in Hollywood" akan tayang pada 26 Juli mendatang di Amerika Serikat.

Sebagaimana dilansir dari independent.co.uk, Rabu (20/3/2019), film terbaru garapan sutradara Quentin Tarantino ini akan mengeksplorasi budaya hippie dan sistem studio Hollywood pada akhir 1960-an di Los Angeles (LA).



Tarantino mendeskripsikan film ini dalam sebuah pernyataan yakni "sebuah kisah yang terjadi di Los Angeles pada tahun 1969, di puncak hippie Hollywood."

Berdasarkan keterangan sang sutradara, dua karakter utamanya adalah Rick Dalton (Leonardo DiCaprio), mantan bintang serial TV Barat, dan stunt lamanya Cliff Booth (Brad Pitt). Keduanya berjuang untuk berhasil di Hollywood yang tidak mereka kenal lagi. Tapi, Rick ternyata memiliki tetangga sebelah yang sangat terkenal yakni Sharon Tate (Margot Robbie).

"Sebagai penduduk asli LA, setelah membaca naskahnya, itu adalah salah satu skenario layar lebar yang paling menakjubkan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuatnya fantastis," kata Leonardo DiCaprio.

Tarantino adalah seorang sineas dengan minat dalam sejarah film, sehingga "Once Upon a Time di Hollywood" ini diharapkan akan menjadi potret dari kota yang telah ia kenal dengan baik.

"Saya telah mengerjakan naskah ini selama lima tahun, dan juga tinggal di LA hampir sepanjang hidup saya, termasuk pada tahun 1969, ketika saya berusia tujuh tahun. Saya sangat senang menceritakan kisah tentang LA dan Hollywood yang sekarang sudah tidak ada lagi," katanya.

Tarantino dikenal karena skenario seperti novel dan bakat hebatnya dalam menulis dialog. Kepala Sony Pictures Tom Rothman mengatakan, "Ini adalah skenario terbaik yang saya miliki untuk dibaca."

"Saya pikir film ini sulit untuk dijelaskan, karena sangat segar, tetapi terombang-ambing antara lucu, serius, seram; itu menyenangkan. Itu tidak mudah dijelaskan," kata sinematografernya, Robert Richardson, sebagaimana dikabarkan IndieWire. (Lin)

(way)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com