Kamis , 17 Oktober 2019

Klaten Banjir, DPR RI Desak BBWSBS Buat Tanggul Permanen Sungai Dengkeng

07 Maret 2019 18:27 WIB


Sejumlah pihak saat memantau banjir di Klaten, Rabu (6/3/2019) malam. (solotrust-jaka)

KLATEN, solotrust.com - Jebolnya tanggul Sungai Dengkeng hingga membanjiri perkampungan serta persawahan di wilayah Kabupaten Klaten, pada Rabu(6/3/2019) mengundang perhatihan sejumlah kalangan. Anggota DPR RI Endang Srikarti Handayani pun mendesak segera dibuat tanggul permanen di wilayah tersebut.

Rabu malam, sekitar pukul 21.30 WIB, Endang bersama sejumlah petugas dari Sungai Bengawan Solo turun langsung ke lokasi banjir di Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Klaten.



Di wilayah tersebut, pada malam itu aliran air deras dari Sungai Dengkeng mengarah ke persawahan serta ke perkampungan  warga.

Sejak sore hingga malam, di sejumlah sudut perkampungan tampak dijaga oleh sejumlah warga.

Dalam hal itu, setelah mengatahui derasnya air mengarah ke perkampungan warga serta merendam tanaman padi milik para petani, Endang mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk segera membuat tanggul permanen di Sungai Dengkeng.

“Ini sudah yang kedua kalinya banjir di Klaten terparah, kami minta tidak boleh ada banjir ketiga kalinya. Kami mendesak Balai Besar Bengawan Solo untuk segera membuatkan tanggul yang permanen,” katanya kepada wartawan, saat ditemui di Desa Japanan,Rabu (6/3/2019) malam.

Menurutnya, di Sungai Dengkeng ini banyak kerusakan yang terjadi pada tanggul, sehingga banjir akan menjadi langganan masyarakat yang berdekatan dengan aliran sungai Dengkeng yang mengarah ke Sungai Bengawan Solo.

“Kalau ini dibiarkan dan terjadi banjir setiap tahunnya, jelas akan merugikan warga. Apalagi para petani di wilayah Cawas ini tinggal menunggu masa panen. Kalau kalau begini terus terus gimana nasib petani,” kata Endang.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Charisal A Manu mengatakan, pada siang hingga malam kemarin curah hujan mencapai di atas 100 ml sehingga tanggul tidak menampung curah hujan itu, sehingga terjadi banjir.

“Kami baru separuh menangani induk Sungai Bengawan, jadi penanganan tahun kemarin itu bisa dikatakan masih penanganan darurat, dan juga banjir tahunan. Ya, kalau sudah dianggarkan kemungkinan bisa permanen. Desain sudah ada,” kata dia. (Jaka)

(way)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »