Rabu , 23 Oktober 2019

Reog Ponorogo Pukau Publik Australia

20 Februari 2019 07:12 WIB


Penampilan tim Indonesia dalam National Multicultural Festival (NMF) 2019 di Canberra (Dok Kementerian Luar Negeri RI)

SOLO, solotrust.com - Kesenian tradisional Indonesia kembali mengundang decak kagum publik internasional. Dikabarkan Kementerian Luar Negeri RI, Senin (18/2/2019), penampilan Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho bersama dengan Sanggar Tari Nusantara Sydney yang menampilkan tarian Papua pada 16 Februari 2019 berhasil mengundang decak kagum publik Australia yang memadati Panggung Budaya di National Multicultural Festival (NMF) 2019 di Canberra.

Michelle (16), WN Australia, yang merupakan salah satu penonton yang hadir, mengaku sangat mengagumi tarian dan kostum Reog Ponorogo.



"Menurut penilaian saya, penampilan Indonesia sangat unik, menarik, dan mistis", kata remaja yang bersekolah di Melrose Highschool Canberra tersebut.

Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho didatangkan langsung dari Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sementara penampilan tari dan kostum Papua yang sangat mencerminkan tema kebhinekaan Indonesia dibawakan oleh tim gabungan yang terdiri dari penari dari Jakarta, pelajar Indonesia di Australia, dan staf KBRI Canberra.

Penampilan Reog Ponorogo tersebut seakan-akan menghipnotis pengunjung, dibandingkan penampilan peserta lainnya seperti dari Cina, India, atau Nepal. Peserta Parade berasal dari berbagai belahan dunia dari Eropa, Timur-Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik.

Selain Panggung Budaya, Indonesia juga berpartisipsi dalam parade yang dilakukan di sepanjang jalan London Circuit yang berada di pusat Kota Canberra.

Duta Besar Kristiarto Legowo dan DCM Derry Aman memimpin langsung kontingen Indonesia pada parade multi-budaya ini, berbaur dengan masyarakat umum. Penampilan Indonesia sangat dielu-elukan dan menjadi sasaran bidikan kamera para penonton.

Kata-kata 'Wow' berulang kali terlontar dari para penonton ketika menyaksikan parade Indonesia, khususnya para peraga Reog Ponorogo yang dikelilingi para penari staf KBRI yang berpakaian Warok dan Jathil. Mereka berlenggak-lenggok memamerkan keindahan gerakan dan kostumnya.

Reog Ponorogo merupakan satu dari sejumlah atraksi budaya yang ditampilkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, selain Tari Papua, Kuda Lumping, serta workshop alat musik Rindik khas Bali pada NMF tahun 2019 ini.

Seorang pengunjung asal Gungahlin, Canberra, Eliza Kikkert (38) yang mengaku tak pernah ketinggalan menghadiri NMF dalam 6 tahun terakhir, menyebut keikutsertaan Indonesia di NMF dalam beberapa tahun terakhir ini semakin menarik dan terbukti telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan multibudaya di Canberra.

NMF merupakan ajang pergelaran multi seni-budaya dan makanan serta tarian terbesar di Ibu Kota Australia, yang diadakan setiap tahun dan diikuti oleh komunitas dari berbagai negara di dunia.

Rata-rata pengunjung yang datang mencapai hampir 300 ribu orang. Partisipasi Indonesia pada ajang multi-seni budaya di Canberra ini sudah menjadi acara tahunan yang selalu ditunggu oleh publik Australia. (Lin)

(way)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »