Kamis , 21 Maret 2019

Ketuk Palu, Komdis PSSI Beri Sanksi ke Vigit Waluyo

11 Januari 2019 20:28 WIB


Komdis PSSI.

JAKARTA, solotrust.com – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberi sanksi kepada Vigit Waluyo karena terlibat pengaturan skor di sejumlah pertandingan Liga 2. Dalam sidang yang digelar 8 Januari 2019, Vigit dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di kegiatan sepak bola seumur hidup.

“Larangan beraktifitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup dan larangan masuk stadion seumur hidup,” kutip keterangan tertulis PSSI, Jumat (11/1/2019).



Nama Vigit (biasa disebut VW), belakangan santer menjadi perbincangan karena dianggap menjadi otak pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Vigit yang sebelumnya buron karena perkara korupsi PDAM Sidoarjo, telah menyerahkan diri ke Kejari Sidoarjo pada 28 Desember 2018 lalu. Kini dengan tertangkapnya Vigit, muncul harapan besar kasus pengaturan skor bisa terungkap sampai ke akar-akarnya.

Terlebih saat ini Satgas Antimafia Bola bentukan Polri telah bergerak cepat dengan menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka.

Satgas Antimafia Sepak Bola telah memeriksa belasan saksi dan menetapkan empat tersangka terkait praktik pengaturan skor sepak bola Indonesia.

Keempat tersangka tersebut adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY yang juga anggota Komisi Disiplin PSSI Nonaktif Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto, dan wasit futsal Anik Yuni Artika Sari.

Untuk Priyanto dan Anik, Komdis PSSI juga menjatuhinya sanksi. Priyanto dinilai terlibat pengaturan skor di Asprov Jateng dan Liga 3. Ia dilarang beraktifitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup dan dilarang masuk stadion seumur hidup.

Kemudian untuk Anik juga dijatuhi hukuman sama karena dinilai terlibat pengaturan skor di Asprov Jateng dan Liga 3.

(way)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »