Jumat , 16 April 2021

Bukan Mixtape, RM Akan Rilis Playlist “mono”, Begini Perbedaan Antara Mixtape dan Playlist

22 Oktober 2018 23:55 WIB


RM (Dok. Twitter BTS @BTS_twt).

Solotrust.com – RM, leader BTS akan merilis sebuah playlist. Bertajuk “mono”, daftar lagu untuk playlist tersebut telah diungkap Big Hit Entertainment via Twitter resminya, Minggu (21/10/2018).

Playlist “mono” terdiri dari 7 track, dimana beberapa diantaranya RM bekerjasama dengan musisi lain seperti HONNE, yakni dalam track “Seoul”.



Track-track dalam “mono” sendiri adalah “Tokyo”, “Seoul”, “Moonchild”, “Badbye” (with eAeon), “Dislocated”, “Pass by (with NELL) dan Forever Rain.

Dalam unggahan Big Hit tersebut, terlihat kata “mixtape” dicoret dan diganti dengan “playlist”. Ya, tentu saja ini membuat para fans bertanya-tanya, apakah ini berarti “mono” bukan mixtape kedua RM melainkan bentuk rilis yang lain. Seperti diketahui bahwa RM pernah merilis mixtape solo perdananya bertajuk “RM” pada tahun 2015 silam.

Pada Maret lalu, RM juga sempat mengejutkan fans lantaran mengunggah preview dari track yang saat itu tengah ia garap. Melalui twitter @bts_twt, RM memperdengarkan preview berdurasi 25 detik tersebut dengan caption “will be in RM 2 someday’’. Tweet  “RM 2” pun saat itu sempat menjadi Trending Topic World Wide (TTWW). Fans ramai berasumsi bahwa RM akan segera kembali dengan mixtape keduanya.

Mixtape sendiri adalah album eksperimental yang diproduksi sendiri oleh sang artis. Mixtape biasanya tidak dikomersilkan alias gratis untuk dinikmati oleh siapa saja. Mixtape dibuat untuk lebih menunjukkan selera musik sang artis dan sisi individualnya.

Lalu, bagaimana dengan istilah playlist? Untuk menjawabnya, kita bisa melihat dari apa yang pernah dikerjakan oleh Drake. Pada 18 Maret 2017, Drake merilis sebuah proyek full-length bertajuk “More Life” yang ia namai playlist.

“More Life” bukanlah album, free mixtape maupun mixtape-album hybrid seperti rilisnya tahun 2015 yakni “If You’re Reading This It’s Too Late”. Drake menyebut rilisnya tersebut sebagai  Playlist.  Dengan menyebutnya seperti itu, Drake keluar dari zona istilah yang biasanya dipakai untuk rilis yang sebenarnya hampir sama dengan mixtape. Kendati disebut dengan playlist oleh penciptanya, namun publikasi masih banyak juga yang menyebutnya dengan mixtape atau album.

Lalu, mengapa Drake menyebut rilisnya tersebut dengan playlist? Seperti dikutip dari EW dalam artikel berjudul “Drake is releasing more new music in December” yang rilis Oktober 2016, Drake  mengatakan, “Aku ingin memberimu sebuah koleksi lagu-lagu yang menjadi soundtrack untuk hidupmu, sehingga (rilis) ini adalah ‘More Life: The Playlist’”.

Playlist Drake berdurasi 81:42 menit tersebut berisi musik yang original, yang berkolaborasi dengan sejumlah artis lain seperti Kanye West dan Young Thug. Playlist tersebut juga berisi macam-macam genre dari mulai hip hop, dancehall, R&B, trap hingga afrobeat. Berisi 22 track, playlist tersebut didukung dengan 5 single yakni “Fake Love”, “Passionfruit”, “Free Smoke”, “Portland” dan “Glow”.

“More Life” pun disambut baik oleh fans global. Playlist tersebut debut di peringkat pertama Billboard 200 dengan rekor streaming sebanyak 505.000 album unit setara (Album-Equivalent Units).

Di hari pertama rilisnya, playlist tersebut juga memecahkan rekor di Spotify dan Apple Music. Track-track dalam playlist tersebut distreaming sebanyak 61,3 juta kali di Spotify hanya dalam sehari, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Ed Sheeran dengan 56,7 juta dengan album “Divide”.

Di Apple Music, track-track dalam “More Life” distreaming sebanyak 89,9 juta lali dalam sehari, yang memecahkan rekor sebagai album yang paling banyak distreaming dalam hari pertama di platform tersebut.

“More Life” adalah rilis yang juga sangat personal. Frasa tersebut diambil dari slang di Jamaica yang berarti berharap seseorang baik-baik saja. Frasa tersebut dipopulerkan oleh artis dancehall bernama Vybz Kartel. Drake menyebut Kartel sebagai salah satu inspirasi terbesar  baginya.

Tak hanya itu, cover art dari “More Life” pun sangat personal, yakni menggunakan gambar dari Dennis Graham, ayah Drake yang diambil pada tahun 1970.

Dengan menamai rilisnya kali ini dengan playlist, mungkin saja RM memang terinspirasi dari Drake. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa rilis RM kali ini pun akan sangat personal dari sisi lirik-liriknya.

RM sendiri diketahui merupakan penggemar Drake. Dalam berbagai kesempatan, ia seringkali mengungkapkan keinginannya untuk berkolaborasi dengan Drake. Misalnya dalam wawancara dengan People ketika berada di Amerika Serikat.

Untuk BTS sendiri, 3 rapper mereka yakni RM, Suga dan J-Hope masing-masing sudah merilis mixtape solo. Awal Maret lalu, J-Hope merilis mixtape solo perdananya bertajuk “Hope World”. Mixtape tersebut sukses besar dengan berhasil duduk di peringkat 38 di chart Billboard 200. Suga juga telah merilis mixtape perdananya bertajuk “Agust D” pada Agustus 2016 silam. Dengan rilisnya playlist “mono” ini, berarti RM adalah anggota pertama BTS yang merilis sebuah playlist. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com