Jumat , 23 Agustus 2019

300 Mahasiswa Unisri Surakarta Buka Rekening Saham

12 September 2018 11:09 WIB


Suasana Seminar dan Sekolah Pasar Modal di Unisri, Senin (10/9/2018).

SOLO, solotrust.com- Fakultas Ekonomi Unisri Surakarta, Bursa Efek Indonesia Solo dan PT Phintraco Sekuitas Solo menggelar Seminar dan Sekolah Pasar Modal, Senin (10/9/2018).

Bersamaan dengan acara tersebut, sebanyak 300 mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta membuka rekening saham.



Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang Phintraco Sekuritas Solo, Setiawan Efendi memberi gambaran mudahnya berinvestasi pasar modal melalui smart phone.

“Jaman sekarang semuanya mudah. Bahkan investasi saham pun cukup pakai HP. Instal aplikasi Phintraco, login dan siap transaksi," tuturnya.

Ia juga memaparkan saham saham yang bisa dipilih sesuai kantong mahasiswa seperti Sido Muncul, Sritex dan Elsa.

"Saham saham ini masih sangat murah dan pas banget buat kantong mahasiswa,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi Unisri, Edi Wibowo, dalam sambutannya memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk bijak menggunakan internet.

 “Di Era Revolusi Industri 4 ini persaingan begitu pesat. Perusahaan mulai menerapkan strategi digital. Ketika kita tidak ikut andil didalamnya, kita akan jauh tertinggal. Dengan Investasi di pasar modal kita akan ter-up date situasi dan kondisi baik ekonomi makro maupun secara perusahaan. Ini penting,” paparnya.

Edi menekankan, generasi muda harus melek investasi untuk dapat menata masa depan mulai sejak dini.

“Tidak harus uang besar. Sekarang dana Rp 100 ribu sudah bisa kita sisihkan untuk diinvestasikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Solo M Wira Adibrata membekali para mahasiswa tentang mengelola keuangan bulanan.

“Untuk mengatur keuangan paling mudah adalah dengan mencatat pengeluaran bulanan.  Lalu coret yang sekiranya tidak mendesak. Dari situ akan terlihat sudahkah kita mengatur keuangan dengan bijak,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, dengan menyisihkan uang saku, mahasiswa sudah mulai belajar mengelola keuangan.

“Saya yakin, temen-temen akan bisa nabung saham jika sudah berhasil mengelola keuangan pribadi,” katanya.

Ia menerangkan, porsi uang jajan bisa dibagi menjadi 50 % kebutuhan pokok, 25 % transportasi, 10 % simpanan dan 15 % untuk diinvestasikan.(Rum)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »