Pemerintah Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali menggelar tradisi merti desa dengan pementasan wayang kulit
BOYOLALI, solotrust.com - Pemerintah Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali menggelar tradisi merti desa dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk sebagai wujud pelestarian budaya Jawa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (12/01/2026) siang hingga Rabu (13/01/2026) dini hari.
Kegiatan budaya wayang kulit dengan dalang Ki Tantut Sutanto asal Klaten mengambil lakon ‘Sri Mulih’ pada pementasan siang hari. Sementara saat malam harinya mengangkat lakon ‘Bima Bungkus’. Pagelaran wayang kulit ini menjadi simbol rasa syukur atas berkah, keselamatan, serta kemakmuran desa.
Kepala Desa Penggung, Suyamto, mengatakan merti desa merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa. Tradisi ini memiliki sejarah cukup panjang, yakni pada waktu banyak warga tertimpa penyakit atau pageblug (wabah-red).
"Pada waktu itu di desa ini ada pageblug, warga diserang penyakit. Setelah mereka sembuh, akhirnya nanggap wayang dan sampai saat ini masih terus dilestarikan," katanya.
Seiring kemajuan zaman, tradisi merti desa di Desa Penggung dijadikan wisata budaya. Agenda rutin tahunan ini digelar warga secara gotong royong, mulai dari pelaksanaan hingga anggaran terkumpul mencapai Rp95 juta.
"Kita harus membumikan gotong royong supaya masyarakat tidak hanya terpaku pada dana desa, tapi benar-benar berpartisipasi mengumpulkan dana masyarakat dalam rangka melanjutkan pembangunan yang ada," ujar Suyamto.
Selain pementasan wayang kulit, sepanjang jalan Desa Penggung juga digelar bazar pasar murah melibatkan para pelaku usaha setempat. Hal ini tak lepas dari misi pemerintah Desa Penggung, yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan kerja keras dan cerdas.
Sementara itu, ketua panitia merti desa, Tri Haryanto, menjelaskan kegiatan sudah dimulai sejak Minggu (11/01/2026) dengan bersih-bersih di lingkungan RW 7 sampai RW 11. Selanjutnya pada Senin pagi diselenggarakan karawitan siswa sekolah dasar (SD) dan malam harinya karawitan warga masyarakat.
"Tadi pagi juga digelar ritual di Kepunden, petilasan sesepuh Desa Penggung," ungkapnya. (jaka)
