Prof Dr HM Amien Rais saat menyampaikan dakwah di hadapan ribuan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Karanganyar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Sabtu (11/04/2026)
KARANGANYAR, solotrust.com - Ribuan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Karanganyar menghadiri acara Pengajian Syawalan dan Halalbihalal di aula utama Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar, Sabtu (11/04/2026). Acara ini menghadirkan tokoh nasional, sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1995-1998, Prof Dr HM Amien Rais sebagai pembicara dakwah.
Amien Rais dalam tausiahnya menyoroti dinamika kepemimpinan di tubuh organisasi Muhammadiyah menjelang muktamar ke-49, direncanakan berlangsung di Medan, Sumatera Barat pada 2027 mendatang. Pihaknya menekankan setiap zaman memiliki tantangan berbeda, namun nilai dasar keislaman bagi seorang pemimpin tak boleh luntur.
Dalam hal ini, mantan ketua PP Muhammadiyah mengatakan pihaknya secara spesifik mengusulkan agar syarat calon anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah diperketat, terutama terkait kemampuan membaca kitab suci.
"Saya berharap yang dipilih betul-betul orang yang Muhammadiyah-nya mendarah mendaging. Sangat bagus kalau diberi persyaratan calon anggota PP Muhammadiyah itu harus bisa baca Alquran dengan fasih," ujarnya.
Amien Rais bahkan sempat menyentil kejadian masa lalu di mana ada anggota pimpinan enggan menjadi imam salat karena keterbatasan kemampuan membaca Alquran.
"Jangan sampai ada anggota PP yang tidak pernah baca Alquran, itu akan jauh dari hidayah. Alquran adalah pegangan kita yang pertama dan utama," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Muhammad Arif Babheir, menyatakan kehadiran sosok Amien Rais memiliki dampak psikologis besar bagi para kader di daerah.
Pihaknya menyampaikan, esensi dari kegiatan halalbihalal ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya meningkatkan semangat ukhuwah islamiyah. Selain itu, kehadiran tokoh nasional diharapkan mampu mendorong kemajuan umat dalam berbagai aspek.
"Kehadiran pak Amien Rais ini akan memberikan semangat pada kader Muhammadiyah. Pertama, menambah dan meningkatkan semangat ukhuwah Islamiyah. Kedua, semangat untuk memajukan umat, baik dari sisi kesejahteraan, keilmuan, maupun keadaban atau peradaban umat Islam dan Bangsa Indonesia," ucap Muhammad Arif Babheir.
Menurutnya, meskipun teknologi komunikasi saat ini sudah sangat maju, interaksi tatap muka secara langsung dengan para tokoh memiliki nilai psikologis berbeda. Kehadiran sosok secara fisik diyakini jauh lebih efektif dalam memberikan motivasi dibandingkan hanya melalui media sosial atau layar kaca.
"Kami mengundang seluruh jajaran pimpinan dari tingkat daerah, cabang, hingga ketua ranting se-Karanganyar, termasuk kepala sekolah dan karyawan amal usaha Muhammadiyah. Tujuannya satu, yakni meningkatkan semangat ukhuwah Islamiyah," pungkas Muhammad Arif Babheir. (joe)
