Bupati Boyolali, M Said Hidayat saat menghadiri pembukaan pasar ikan, Kamis (09/11/2023)

BOYOLALI, solotrust.com – Kabupaten Boyolali kini memiliki pasar ikan lengkap dengan berbagai kuliner serba ikan. Pasar ini dibangun di atas eks lapangan Sunggingan atau Timur Pasar Sunggingan, Kecamatan Boyolali dengan anggaran mencapai Rp1,7 miliar.
 
Ditemui usai melakukan pembukaan pasar, Bupati Boyolali, M Said Hidayat menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia telah menganggarkan sebesar Rp1,7 miliar untuk membangun pasar dua lantai.
 
Pihaknya berharap bangunan pasar dapat bermanfaat untuk pedagang dan pembeli ikan segar.
 
“Harapan kita dengan dibangunnya pasar ikan ini, pada akhirnya nanti dapat bermanfaat dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat di Boyolali. Harapannya agar dapat menjadi ikon tambahan tentang keberadaan pasar ikan di Boyolali," katanya, Kamis (09/11/2023).
 
Dengan adanya pasar ikan nantinya anak-anak di Kabupaten Boyolali terdorong untuk gemar makan ikan. Pasar ini juga sebagai edukasi gemar makan ikan.
 
"Mereka berkunjung ke sini bisa melihat lihat bentuk ikan, mungkin selama ini makan ikan, tapi belum tahu ikannya seperti apa," ucap bupati. 
 
Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSKP) KKP RI, Erwin Dwiyana juga menyampaikan keberadaan pasar ini turut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pasar ikan bersih dan nyaman.
 
“Pasar ini punya misi tidak hanya layanan pemerintah, tetapi juga memberikan edukasi informasi kepada masyarakat tentang jenis ikan, manfaat ikan, bisa dinikmati juga di tempat dan sebagainya," ungkap Erwin Dwiyana. 
 
"Bagaimana kita bisa menyajikan atau bahwa pasar ikan itu tidak seperti yang dibayangkan, ternyata bisa kita sajikan pasar yang bersih dan juga nyaman untuk masyarakat,” lanjutnya.
 
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan)  Boyolali, Lusia Dyah Suciati, mengatakan bangunan pasar ikan diprioritaskan untuk para pedagang ikan belum memiliki lapak. Pasar ini dibangun di atas tanah seluas 600 meter persegi, terdiri atas dua lantai. Lantai bawah untuk pasar dan lantai atas untuk kuliner.
 
“Pedagang berasal dari pedagang ikan yang ada di Pasar Boyolali dan Pasar Sunggingan yang belum mempunyai lapak, masih berada di pinggir-pinggir jalan. Jadi kami akomodasi, kami masukkan ke sini, harapannya tidak ada pedagang yang tidak punya lapak,” terangnya.
 
Lantai dua pasar dengan luas 300 meter persegi difungsikan sebagai sarana kuliner berbagai olahan ikan. Lantai ini dilengkapi enam lapak olahan langsung, satu lapak produk kemasan ikan, musala, area foodcourt, dua kamar mandi serta terdapat akses untuk kaum disabilitas.
 
"Pasar ini diharapkan dapat menjadi pusat jual beli ikan segar dan kuliner ikan di Boyolali dengan kantong parkir luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat," pungkas Lusia Dyah Suciati. (jaka)