Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sragen di Hotel Surya Sukowati, Senin (20/04/2026)

SRAGEN, solotrust.com – Tensi politik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sragen meningkat. Dalam beberapa waktu ke depan, partai berlambang bola dunia akan menentukan nakhoda baru. Sebelas nama potensial muncul dalam musyawarah cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Surya Sukowati, Senin (20/04/2026) sore. 
 
Dalam rapat dipimpin perwakilan DPP PKB, Ratna Juwitasari memutuskan akan mengajukan daftar kandidat yang bakal berkompetisi memperebutkan kursi ketua DPC PKB Sragen. Tercatat ada sebelas nama muncul, baik dari hasil pemetaan pusat maupun usulan akar rumput.
 
Hasil pemetaan DPP PKB terdapat enam nama masuk bursa calon ketua. Nama-nama itu, antara lain Ahmad Budi Ridwani (Ketua DPC), Nur M Sugiarto (Sekretaris DPC), Endro Supriadi (Bendahara DPC/FPKB), Suroto (Wakil Bupati Sragen), Muslim (Wakil Ketua DPRD Sragen), dan Amelia Suciani (FPKB) 
 
Sementara itu dari peserta muscab menyodorkan lima nama tambahan sebagai usulan dari bawah, di antaranya Hardi (Ketua DPAC Gesi), Mukafi Fadli (Sekretaris Dewan Syuro DPC/DPRD Jateng), Fathurrohman (ketua Fraksi PKB), Bombom Lukito Samudro (Gus Bombong - FPKB), dan M Bahrul Mustawa (Gus Tawa - FPKB). 
 
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah Bidang Pemenangan Pemilu, Muhaimin, menjelaskan PKB kini menerapkan 'jalan tengah' dalam proses pemilihan. Jika dulu ketua DPC dipilih langsung oleh ketua-ketua tingkat kecamatan (DPAC), kini mekanisme lebih mengedepankan musyawarah dan seleksi kompetensi.
 
"Dinamika muscab di akar rumput PKB dari dulu selalu menarik. Kita ingin semua usulan masuk lalu ditampung DPP untuk dilaksanakan uji kompetensi dan kelayakan oleh DPW dan DPP," kata Muhaimin di lokasi muscab.
 
Dia menambahkan, tim pendahulu dari DPW telah melakukan riset mendalam terkait rekam jejak para kader. Selain itu juga menggali informasi dari berbagai pemangku kepentingan sebelum nama-nama tersebut diumumkan.
 
Muscab PKB di Jawa Tengah dijadwalkan secara serentak, mulai 15 hingga 20 April 2026. Setelah Sragen, DPC Sukoharjo menjadi daerah terakhir menggelar rapat Senin malam. Konsolidasi internal ini menjadi harga mati untuk menyongsong pemilihan umum (Pemilu) 2029.
 
Muhaimin menegaskan, PKB Sragen memiliki target realistis, namun tetap optimistis. Saat ini, PKB mengantongi enam kursi di parlemen Sragen. Ke depan, mereka membidik kenaikan jumlah kursi minimal 30 persen.
 
"Target kita kursi naik dari enam kursi saat ini, setidaknya minimal harus jadi delapan atau sembilan kursi agar bisa terus mengawal pemerintahan eksekutif di Kabupaten Sragen," pungkasnya. (wah)