Penyerahan simbolis hasil program kerja Bajak Sangiang Project berupa buku Ingatan Ombak Sang Pelaut (Foto: Dok. Istimewa/Restu Trisna)

BIMA, solotrust.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kemitraan Bima Nomor 176 periode Januari-Februari 2026 berhasil meningkatkan literasi lingkungan melalui hasil dokumentasi potensi alam dan sosial budaya masyarakat Sangiang dalam buku berjudul Ingatan Ombak Sang Pelaut.

Buku ini disusun selama satu bulan dari 9 Januari hingga 13 Februari 2026 bersamaan dengan pelaksanaan KKN di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Buku Ingatan Ombak Sang Pelaut telah resmi diserahkan kepada pihak pemerintah Desa Sangiang pada Jumat (20/02/2026) pukul 08.50 WITA di aula Kantor Pemerintah Desa Sangiang.

Penyusunan buku ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Bajak Sangiang Project oleh Salma Arezha, mahasiswa anggota KKN UNS 176 dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Bajak Sangiang Project adalah program liputan jurnalistik-sastrawi dengan pendekatan etnolinguistik yang menargetkan dokumentasi alam dan sosial budaya Desa Sangiang sebagai upaya eksplorasi potensi pariwisata edu-ekologis.

Program ini bertujuan untuk menghadirkan sumber literasi lingkungan sesuai poin SDG tematik keempat, yakni pendidikan berkualitas. Program kerja ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepekaan masyarakat Sangiang terhadap potensi pariwisata berbasis alam dan konservasi.

Kepala Desa Sangiang, Rasid, berharap buku Ingatan Ombak Sang Pelaut dapat menambah ilmu dan memperluas wawasan masyarakat lokal, begitu pula bagi masyarakat lain yang tinggal di daerah pesisir pantai.

“Semoga dengan hadirnya buku yang sangat luar biasa ini dapat menambah ilmu dan memperluas wawasan bagi masyarakat Desa Sangiang. Saya juga berharap buku ini dapat menjadi bahan bacaan bagi masyarakat Desa Sangiang maupun masyarakat pesisir desa lain,” ungkap Rasid, Rabu (28/01/2026).

Warga Dusun Pelita, Fatma (43) juga mengungkapkan rasa syukur karena Tim KKN UNS 176 berhasil melestarikan budaya Desa Sangiang dengan baik melalui buku Ingatan Ombak Sang Pelaut.

“Bersyukur sekali, kalian (KKN UNS 176) ada yang mau buat cerita tentang Sangiang,” ucap Fatma, Kamis (19/02/2026).

Buku Ingatan Ombak Sang Pelaut merupakan bukti suksesnya kolaborasi UNS selaku perguruan tinggi dengan desa mitra. Buku ini menjadi langkah baru untuk mengenalkan potensi pariwisata Desa Sangiang berlandaskan pemberdayaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).