Ketua DPW Tani Merdeka Jateng, Wawan Pramono bersama perwakilan petani dalam acara Peringatan Hari Tani ke-66 Tahun di Alun-alun Embung Setumpeng, Dusun Ngampel, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang. Acara ini berlangsung pada 22 hingga 24 September 2026

KARANGANYAR, solotrust.com - Sektor pertanian di Kabupaten Karanganyar tengah menghadapi ancaman serius terkait keberlanjutan dan ketahanan pangan. Organisasi Tani Merdeka mengungkap proporsi petani muda di Bumi Intanpari saat ini baru menyentuh 12 persen, sangat jauh dari angka ideal yang diharapkan mencapai 40 persen.
 
Kondisi kritis ini mengemuka dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-66 digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Jawa Tengah pada 22 hingga 24 September 2026 di Alun-alun Embung Setumpeng, Dusun Ngampel, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang.
 
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengatakan mayoritas petani yang aktif menggarap lahan saat ini didominasi kelompok usia di atas 50 tahun. Minimnya keterlibatan generasi zilenial (gen z) dan generasi muda disinyalir karena masih kuatnya persepsi lama tentang profesi petani.
 
"Kurangnya edukasi membuat anak muda berpikir petani itu identik dengan pekerjaan tradisional seperti mencangkul. Ini tugas kita bersama untuk mengedukasi gen z agar paham bahwa pertanian sudah bergerak menuju modernisasi alat dan teknologi," ungkapnya, Kamis (24/09/2026). 
 
Menurut Wawan Pramono, modernisasi tak hanya sebatas penggunaan alat dan mesin pertanian modern, namun juga perubahan pola pikir (mindset). Generasi muda perlu diarahkan untuk menguasai tata kelola usaha tani secara holistik, mulai dari proses produksi hulu hingga pemasaran di hilir.
 
Gebrakan Ekspor hingga Pengawalan Anggaran Pusat
 
Sebagai stimulus untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik sektor ini, Tani Merdeka mulai membuka akses pasar mancanegara bagi komoditas pertanian dan rempah asal Karanganyar, termasuk menembus pasar ekspor ke China. Di tengah efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Tani Merdeka juga berkomitmen mengawal aspirasi petani daerah langsung ke Kementerian Pertanian.
 
"APBD terbatas akibat efisiensi, maka kami dorong pengajuan bantuan ke pusat. Alhamdulillah, bantuan untuk jaringan irigasi P3A dan sumur dalam sudah mulai masuk ke Karanganyar," ungkapnya 
 
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mojogedang, Joko Purwanto mewakili pemerintah Kabupaten Karanganyar menyambut positif peringatan Hari Tani Nasional sebagai wadah perjumpaan strategis antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan pertanian di lapangan.
 
Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 di Gentungan berlangsung semarak. Selain menjadi forum aspirasi, acara dimeriahkan penampilan tari tradisional dari siswa SD dan SMP. Sebelumnya, rangkaian perayaan juga diisi dengan gelaran pasar tradisional hasil bumi. (joe)