Kabupaten Boyolali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kategori Pelajar se-Soloraya 2026. Kegiatan mempertemukan inovator muda dari tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya ini resmi dibuka Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana di Pendopo Gede
BOYOLALI, solotrust.com - Kabupaten Boyolali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kategori Pelajar se-Soloraya 2026. Kegiatan mempertemukan inovator muda dari tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya ini resmi dibuka Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana di Pendopo Gede.
Lomba Krenova merupakan agenda tahunan digelar secara bergiliran oleh kabupaten/kota di wilayah Soloraya meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dipercaya menjadi penyelenggara.
Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali, Khusnul Hadi, menjelaskan kompetisi tersebut diikuti 14 peserta terbaik hasil seleksi dari tujuh daerah. Berbagai karya inovatif ditampilkan dan dinilai untuk memperebutkan gelar terbaik, sekaligus mengharumkan nama daerah masing-masing.
“Kami berharap para juara Krenova ini memiliki keberlanjutan sehingga inovasinya bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya inovasi terkait energi terbarukan yang cukup banyak ditampilkan tahun ini,” kata Khusnul Hadi beberapa hari lalu.
Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menegaskan Krenova bukan sekadar ajang mencari pemenang, namun juga wadah membentuk generasi muda kreatif, inovatif, kolaboratif, dan mampu menjadi pemecah masalah di lingkungan sekitarnya.
“Semoga inovasi-inovasi yang dilombakan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung kemajuan daerah, serta menjadi inspirasi lahirnya inovator-inovator baru di Soloraya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu juga diumumkan para pemenang Krenova Kabupaten Boyolali 2026. Kategori pelajar, juara I diraih SMAN 1 Banyudono melalui inovasi BioFresh Stone, yakni batu penyerap bau toilet berbasis biochar sekam padi dan bonggol jagung dengan aktivator eco-enzyme.
Juara II diraih SMAN 1 Boyolali dengan inovasi Adinda (Avian Disease & Integrated Distribution Analytics), sedangkan juara III diraih SMAN 1 Cepogo melalui inovasi SI BROCLAR, kaldu tulang ikan lele sebagai upaya reduksi dan pemanfaatan limbah lele di Kampung Lele Sawit.
Pada kategori OPD/ASN/BUMD/BUMN, juara I diraih Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali melalui inovasi LA PENTA, Layanan Penempatan Tenaga Kerja Terintegrasi bagi penyandang disabilitas. Juara II diraih Sunarto dari Koordinator PAUD Dikdas LS Kecamatan Gladagsari dengan inovasi Super Data, sementara juara III diraih PUDAM Tirta Ampera Boyolali melalui inovasi Tirta Amperaku.
Adapun kategori umum dimenangkan Dalmanto, Turut Raharjo, dan Pitoyo dari Kecamatan Ngemplak melalui inovasi Lisendo, yakni listrik berbasis enceng gondok untuk penerangan jalan umum. Juara II diraih Hari Kristianto dari Banyudono dengan inovasi GABISA, sedangkan juara III diraih Ahmad Pranandito Surya Wijaya bersama tim melalui inovasi Virdi (smart agriculture).
Sementara itu, penghargaan juara favorit diberikan kepada SMPN 1 Selo dengan inovasi jejak sara digital, platform jejak literasi reflektif berbasis data untuk transformasi budaya baca dan karakter siswa.
Pada akhir acara, dilakukan penyerahan estafet penyelenggaraan Krenova Pelajar se-Soloraya 2027 dari Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali, Khusnul Hadi kepada Kepala Bapperida Kabupaten Sukoharjo, Rudiyanto. Dengan penyerahan tersebut, Kabupaten Sukoharjo resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Krenova tahun depan. (jaka)
