Kohati HMI Cabang Sukoharjo menginisiasi program Puspa Iklim Part 2 bertajuk Solusi Cerdik Kurangi Sampah Plastik dalam rangka Dies Natalis ke-59 Kohati

SUKOHARJO, solotrust.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo mencatat peningkatan volume sampah selama libur Idulfitri 1446 H pada 1 hingga 6 April 2025 lalu dengan total mencapai 1.175 ton. Kendati belum tersedia data terpilah untuk jenis sampah plastik, angka ini menjadi baseline bagi pemerintah daerah untuk mengukur keberhasilan program pengurangan sampah di 2025. Data dikumpulkan dari berbagai kegiatan penimbangan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan sampah lebih terarah.

Secara nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan 70 persen sisanya pada 2025. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo turut menyesuaikan target tersebut dengan memperkuat komitmen terhadap kebijakan lingkungan berkelanjutan.

Melalui data dasar ini, DLH berharap pengelolaan sampah di Sukoharjo dapat lebih efektif, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah, terutama plastik, menuju daerah yang bersih dan hijau.

Menanggapi isu tersebut, Kohati HMI Cabang Sukoharjo menginisiasi program Puspa Iklim Part 2 bertajuk ‘Solusi Cerdik Kurangi Sampah Plastik’ dalam rangka Dies Natalis ke-59 Kohati. Melalui workshop pembuatan totebag ecoprint, Kohati mendorong kesadaran kader dan masyarakat untuk beralih ke produk ramah lingkungan sebagai alternatif kantong plastik.

Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata perempuan HMI dalam mendukung target pengurangan sampah nasional, sekaligus mengintegrasikan nilai kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam satu gerakan hijau yang inspiratif.

Kohati HMI Cabang Sukoharjo sendiri merupakan badan integral dari organisasi eksternal Himpunan Mahasiswa Islam berfokus pada perempuan. Dalam memperingati dies natalis ke-59 ini, pembuatan totebag ecoprint digagas guna mengurangi sampah plastik yang sering digunakan khalayak sebagai kantong belanja.

Ecoprint dipilih karena keunikannya dalam memanfaatkan alam sekitar, dedaunan dipilih, ditumbuk di atas canvas totebag kosong kemudian diubah menjadi karya seni autentik memiliki nilai jual tinggi karena dilihat dari segi kreativitas dan keunikannya.

Yunda Nurul Arifah sebagai penggagas ecoprint mengatakan, karyanya sudah melejit hingga ke negara tetangga.

“Berawal dari iseng belajar ecoprint, saya up di media sosial ternyata banyak diminati, bahkan sampai ke Malaysia dan negara lainnya. Inovasi bisnis dari rumah, sekaligus upaya melestarikan dan memanfaatkan sumber kekayaan alam yang ada,“ ucapnya, saat menyampaikan materi tentang ecoprint.

Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam bentuk Refleksi Milad ke-59 Kohati dalam meningkatkan peranan kader HMI-wati di ranah kreativitas guna meningkatkan pemberdayaan perempuan. Selain itu juga dilakukan pelatihan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal usaha bisnis rumahan dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kalangan kader HMI-wati setempat.

Ketua Umum Kohati HMI Cabang Sukoharjo, Sabna, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, namun juga sebagai refleksi perjalanan Kohati hingga sampai pada usia senja di 59 tahun.

“Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kreativitas kader dan bekal usaha di masa depan, sebagaimana yang menjadi motto Kohati HMI Cabang Sukoharjo, yaitu Berdaya, Bergerak, Berdampak. Tema Dies Natalis ke-59 Kohati serentak, yaitu Kohati Bernilai Indonesia Maju,“ kata Sabna, saat memberikan sambutan. (Sabna Aish Tartila)