SURAKARTA, solotrust.com — Panitia Pameran Seni Rupa "Humanity" memberikan klarifikasi resmi terkait kekeliruan pemasangan caption identitas karya milik alumni Program Studi Kriya ISI Surakarta, Junian Akbar Avero, yang sempat memicu opini negatif dan dugaan keliru di ruang publik mengenai adanya pencurian atau perusakan karya.

Pihak panitia menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni terjadi akibat kesalahan pengolahan data administratif dan keterbatasan waktu persiapan, tanpa ada niat sedikit pun untuk mengalihkan hak cipta maupun merusak karya. Pihak panitia juga telah bergerak cepat membetulkan caption identitas di area display Tahir Solo Museum sesuai dengan data yang semestinya.

Ketua Jurusan Kriya FSRD ISI Surakarta, Aan Sudarwanto menyampaikan permohonan maaf serta penjelasan mendalam untuk meluruskan situasi yang berkembang di media sosial.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada khalayak umum, khususnya kepada Sdr. Junian Akbar Avero dan Sdr. Cerly Sudarta Martsidaun atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kekeliruan caption ID ini. Kami tegaskan bahwa sama sekali tidak ada tindakan pengambilalihan, klaim kepemilikan, ataupun niat menghilangkan atribusi karya.

Kejadian ini murni merupakan kesalahan administratif internal dalam proses seleksi akibat padatnya jadwal panitia yang terbagi dalam dua pameran besar yang berdekatan, yakni Pameran Abinawa Bhumi #2 dan Pameran Humanity. Kami juga meluruskan bahwa isu mengenai pengrusakan karya itu tidak benar; bagian atas karya sengaja disimpan demi kesesuaian arahan kurator dan saat ini tersimpan aman di Kantor Dosen Kriya. Kesalahan input data ini adalah tanggung jawab panitia, dan kami meminta publik untuk tidak menyudutkan Sdr. Cerly Sudarta. Masukan dari para sahabat seni menjadi catatan evaluasi yang sangat berharga bagi kami ke depan." Ungkapnya.

Saat ini, karya yang berjudul asli 'Pencerah Batin' karya Junian Akbar Avero (2018) telah dipajang dengan caption baru yang sudah diperbaiki secara akurat. Pameran "Humanity" sendiri merupakan program kolaborasi antara ISI Surakarta (melibatkan Prodi Kriya, Seni Murni, Desain Interior, dan Fotografi) dengan Tahir Solo Museum. Pihak institusi berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan opini publik dan mengembalikan fokus pada apresiasi karya seni mahasiswa dan alumni.