Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas saat berbicara dalam acara Rapimda 1 dan Kajian Spesial Muhammadiyah Karanganyar di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar, Sabtu (14/09/2024) pagi
KARANGANYAR, solotrust.com - Masih rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama umat muslim di Indonesia.
Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas dalam Rapimda I dan Kajian Spesial Muhammadiyah Karanganyar dengan tema 'Kepemimpinan untuk Masa Depan Ekonomi Umat'. Acara ini digelar di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar, Sabtu (14/09/2024) pagi.
Anwar Abbas bilang, saat ini ekonomi umat masih jauh dari harapan. Salah satu tolok ukurnya, umat Muslim di Indonesia sekira 80 persen, namun hanya satu orang Muslim masuk daftar sepuluh orang terkaya di negeri ini.
"Minimnya wirausahawan sukses karena mayoritas umat Muslim tak menekuni bisnis atau wirausaha, padahal yang mengantarkan kesuksesan adalah usaha atau bisnis itu sendiri," ujarnya.
Diutarakan, suatu negara akan maju jika jumlah entrepreneur-nya tinggi, seperti Amerika Serikat punya sebelas persen wirausaha dibanding jumlah penduduk. Demikian pula Jepang sepuluh persen, Singapura tujuh persen, Malaysia lima persen. Sementara Indonesia masih di bawah tiga persen.
Oleh karena itu, Anwar Abbas mengajak semua pihak tanpa membedakan suku, agama, dan ras bersama-sama memajukan ekonomi lewat dunia usaha.
"Bagaimana agar umat punya greget untuk berbisnis. Mengubah mental dari employee mentality menjadi entrepreneur mentality. Menjadi kreatif, melihat celah dan peluang untuk berwirausaha," papar dia.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Muhammad Arief Babher, mengatakan rapimda digelar untuk mengonsolidasikan kebijakan organisasi, serta menentukan kebijakan organisasi setahun ke depan.
"Rapimda ini digelar rutin, tujuannya untuk saling koordinasi dalam organisasi Muhammadiyah," ungkapnya. (joe)
