Ilustrasi (Foto: Pixabay/Fernandozhiminaicela)
JAKARTA, solotrust.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dr. Icha pada Jumat (26/06/2026), dokter yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, menegaskan Kementerian Kesehatan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi dialami mendiang dr. Icha oleh individu tertentu. Investigasi akan dilakukan bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan fakta secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, atau pun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan,” tegas Aji Muhawarman di Jakarta, Sabtu (27/06/2026), dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kemkes.go.id.
Kementerian Kesehatan juga mengutuk segala bentuk intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan mana pun di Indonesia. Tindakan semacam itu tak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu pelayanan kesehatan dan berdampak serius terhadap kondisi psikologis tenaga medis.
Sebagai bentuk komitmen perlindungan tenaga kesehatan, Kementerian Kesehatan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan pihak rumah sakit guna memastikan perlindungan hukum serta dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes saat ini sedang dalam proses menangani kasus ini. Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati proses investigasi, dan tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi.
