Ilustrasi makanan cepat saji. (pixabay )

Solotrust.com– Penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu memperhatikan pola makan sehari-hari. Selain rutin memantau tekanan darah dan mengikuti anjuran dokter, mengurangi konsumsi makanan tertentu dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah asupan natrium atau garam. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam.

Berikut sejumlah makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita darah tinggi dilansir dari berbagai sumber.

 

1. Makanan tinggi garam

Makanan dengan kandungan garam tinggi seperti ikan asin, telur asin, kerupuk asin, makanan kalengan, serta berbagai makanan instan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Garam mengandung natrium yang dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

 

2. Makanan cepat saji

Burger, pizza, ayam goreng cepat saji, kentang goreng, dan makanan sejenisnya umumnya mengandung cukup banyak garam. Selain itu, makanan tersebut juga dapat tinggi lemak jenuh dan kalori. Bagi penderita hipertensi, konsumsi makanan cepat saji sebaiknya dibatasi dan tidak dijadikan menu sehari-hari.

 

3. Daging olahan

Sosis, nugget, kornet, dan produk daging olahan lainnya perlu diperhatikan konsumsinya. Produk tersebut sering kali menggunakan garam dan bahan tambahan dalam proses pengolahan maupun pengawetan. Sebagai alternatif, pilih daging segar yang diolah sendiri dengan penggunaan garam secukupnya.

 

4. Makanan instan dan makanan kemasan

Mi instan, sup instan, makanan beku tertentu, serta camilan kemasan dapat mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, penderita hipertensi dianjurkan membiasakan diri membaca label kemasan dan memperhatikan kandungan natrium sebelum membeli makanan.

 

5. Makanan dengan saus atau bumbu tinggi natrium

Kecap asin, saus tertentu, bumbu instan, serta berbagai penyedap dapat menambah asupan natrium tanpa disadari.

Mengurangi penggunaan bumbu tinggi garam dan menggantinya dengan rempah-rempah alami seperti bawang putih, bawang merah, jeruk nipis, jahe atau kunyit dapat menjadi pilihan.

 

Bukan Berarti Harus Pantang Total

Penderita hipertensi tidak selalu harus menghilangkan seluruh makanan tersebut dari menu, yang lebih penting adalah membatasi makanan tinggi natrium dan menerapkan pola makan seimbang.

Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta sumber protein yang lebih sehat. Pola makan seperti DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) juga banyak digunakan sebagai pendekatan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.

Selain pola makan, menjaga berat badan, aktif bergerak, tidak merokok, membatasi alkohol, dan rutin memeriksa tekanan darah juga merupakan bagian penting dalam pengelolaan hipertensi.

Jika memiliki hipertensi atau penyakit lain yang berkaitan dengan jantung dan ginjal, sebaiknya konsultasikan kebutuhan makanan sehari-hari dengan dokter atau ahli gizi agar pola makan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.