Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sultan Fatah Demak kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggalang donasi bagi korban banjir di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (11/04/2026)
DEMAK, solotrust.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sultan Fatah Demak kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggalang donasi bagi korban banjir di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (11/04/2026). Aksi kemanusiaan ini merupakan respons atas bencana banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat spontan, namun menjadi gerakan terstruktur mengedepankan nilai solidaritas, tanggung jawab sosial, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Ketua Umum HMI Sultan Fatah Demak, Basyar, menegaskan aksi ini adalah wujud nyata kepedulian kader terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
“Aksi ini merupakan tanggung jawab moral kader HMI. Kami ingin memastikan bahwa HMI tidak hanya hadir dalam diskursus, tetapi juga turun langsung di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi. Ke depan, gerakan seperti ini harus terus diperkuat sebagai komitmen kebermanfaatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menggalang dan menyalurkan bantuan, HMI juga mendorong pemerintah Kabupaten Demak untuk memperkuat langkah strategis dalam penanganan banjir. Mulai dari peningkatan mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur lebih tangguh, hingga respons tanggap darurat secara cepat dan efektif.
Menurut Basyar, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi komprehensif dan berkelanjutan.
“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan kemanusiaan, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Tercatat hingga saat ini, donasi berhasil dihimpun mencapai Rp2.289.700, terdiri atas Rp1.210.000 melalui penggalangan dana secara online dan Rp1.079.700 secara offline. Penggalangan donasi dibuka hingga Selasa, 14 April 2026, dan dijadwalkan akan disalurkan pada hari yang sama pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (03/04/2026). Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air meluap dan merendam permukiman di sembilan desa tersebar di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.
Sebanyak 5.148 jiwa terdampak dalam peristiwa ini dengan 2.867 jiwa di antaranya sempat mengungsi. Wilayah terparah berada di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, di mana tercatat sebelas rumah hanyut, tukuh rumah rusak berat, dan sembilan rumah rusak ringan akibat terjangan banjir. (*)
