Rakerda DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali sebagai forum konsolidasi organisasi, sekaligus evaluasi program kerja di tingkat daerah, Minggu (11/01/2026)
BOYOLALI, solotrust.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) sebagai forum konsolidasi organisasi, sekaligus evaluasi program kerja di tingkat daerah. Organisasi ini berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pangan nasional
Rakerda juga menjadi wadah untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta menyerap aspirasi petani dari tingkat bawah. Rakerda digelar Minggu (11/01/2026), dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali Joko Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Boyolali Suyanta, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan komitmen organisasi untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Tani Merdeka Indonesia hadir dan bersinergi dengan pemerintah. Rakerda di Boyolali ini menjadi contoh bagaimana organisasi bekerja dari bawah, menyerap aspirasi petani, lalu menyusunnya menjadi langkah konkret,” jelas dia.
Dikatakan pula, program swasembada pangan nasional telah menunjukkan hasil positif dan pada 2025 telah tercapai. Ke depan, dukungan penuh petani di seluruh daerah sangat dibutuhkan agar seluruh program pemerintah dapat berjalan berkelanjutan.
“Keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat,” kata Don Muzakir.
Ia menambahkan, konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Boyolali menjadi bukti dukungan terhadap kebijakan nasional tak berhenti di tingkat pusat, namun diterjemahkan langsung di daerah melalui langkah nyata.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono dalam sambutannya menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah agar program dapat berjalan efektif. Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan nasional.
“Jadi keberhasilan swasembada beras perlu diikuti dengan penguatan produksi komoditas lain, seperti jagung, kedelai, dan pangan strategis lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Oki Surya, menegaskan rakerda memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan organisasi selaras dengan kondisi dan kebutuhan daerah. Selain itu juga mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya, serta mengidentifikasi tantangan dan capaian yang telah diraih.
Rakerda ini juga menjadi forum untuk menyusun dan menetapkan rencana kerja daerah yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota serta masyarakat.
“Kami juga memperkuat koordinasi antarpengurus DPW dan DPD serta mendorong partisipasi aktif anggota dalam pelaksanaan program. Aspirasi dari bawah menjadi dasar penting pengambilan keputusan organisasi ke depan,” katanya.
Oki Surya menekankan, Kabupaten Boyolali sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, dukungan infrastruktur irigasi, ketersediaan pupuk, serta penerapan teknologi pertanian modern menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi. (jaka)
