Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali menggelar talkshow peningkatan indeks literasi untuk mewujudkan masyarakat berkualitas dan berdaya saing, Kamis (08/06/2023). (Foto: Dok. solotrust.com/jaka)

BOYOLALI, solotrust.com - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali menggelar talkshow Peningkatan Indeks Literasi untuk Mewujudkan Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya Saing, Kamis (08/06/2023).
 
Talkshow dilakukan secara virtual lewat Zoom bersama Duta Besar UNESCO Profesor S Munandar langsung dari Paris. Acara talkshow dan peluncuran aplikasi Srikandi ini sekaligus mengukuhkan 22 duta baca dari 22 kecamatan di Boyolali.
 
Bupati Boyolali, M Said Hidayat mengatakan, literasi duta baca dapat dibangun secara bersama dengan tujuan mewujudkan masyarakat berkualitas dan berdaya saing.
 
“Kami ucapkan terima kasih kepada Profesor S Munandar yang sudah ikut serta dalam acara duta baca di Boyolali. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional. Ini dilakukan 60 titik se-Indonesia, termasuk Boyolali,” katanya kepada wartawan. 
 
Bupati berharap, dalam program Boyolali Kaya Cerita, mulai 2022 hingga 2023 ini sudah dapat menerbitkan 61 judul buku. 
 
“Tentu dengan jumlah buku tersebut nanti dapat menambah jumlah koleksi buku kita yang dapat ditempatkan di Perpustakaan Boyolali ini,” ucapnya.
 
Program Boyolali Kaya Cerita juga dihubungkan dengan aplikasi di internet sehingga dapat diakses semua kalangan.
 
“Program Boyolali Kaya Cerita kita koneksikan dengan aplikasi internet, sehingga semua orang yang gemar membaca dapat melihat dan membacanya,” terang M Said Hidayat.
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Boyolali, Arief Gunarto mengatakan, perpustakaan akan meningkatan literasi minat baca masyarakat.
 
“Literasi itu yang harus kita tingkatkan di masyarakat, mulai dari minat baca, menulis, mengaplikasikan sampai membuat hasil karya,” kata dia. (jaka)