Warga di wilayah Kabupaten Sragen mengeluhkan kelangkaan elpiji tabung tiga kilogram atau gas melon dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya langka, di sejumlah tempat ditemui bahan bakar gas ini dijual dengan penawaran jauh di atas harga eceran tertinggi (HET)
SRAGEN, solotrust.com – Warga di wilayah Kabupaten Sragen mengeluhkan kelangkaan elpiji tabung tiga kilogram atau gas melon dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya langka, di sejumlah tempat ditemui bahan bakar gas ini dijual dengan penawaran jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
Menurut salah satu warga Gemolong, Wartini, harga elpiji tabung tiga kilogram menyentuh angka Rp24 ribu, bahkan ada yang lebih.
"Itu pun kalau ada, sudah dari kemarin berkeliling baru dapat," ucapnya, Rabu (06/08/2025).
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa lokasi, di antaranya wilayah Karangmalang, Tangen, Tanon, dan Kalijambe.
Menanggapi hal itu, Pertamina telah menambah secara signifikan jumlah alokasi gas elpiji tabung tiga kilogram ke wilayah Sragen. Masyarakat pun diminta tidak panik dalam memenuhi kebutuhan gas.
Sekretaris Paguyuban Agen LPG Sragen, Jay S Wibowo, menyebut setiap hari ada 45 ribu tabung gas reguler.
"Di luar itu, pada 2 Agustus, Pertamina sudah merilis tambahan 8.800 tabung,” tambahnya.
Selain itu, Jay S Wibowo mengungkap, Pertamina juga menjadwalkan tambahan 8.800 tabung lagi pada 9 Agustus mendatang. Tambahan pasokan ini akan diprioritaskan ke beberapa wilayah.
“Ada 67 titik pangkalan akan segera diisi. Pemerintah daerah juga telah mengusulkan tambahan 50 persen dari alokasi harian Sragen,” imbuhnya.
Setiap hari, Kabupaten Sragen mendapatkan alokasi reguler 45 ribu tabung gas elpiji tiga kilogram. Jika usulan disetujui nanti akan ditambah sekitlra 23 ribu lagi.
Sementara, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen, Tri Handoko yang juga menjabat Ketua Bidang Hukum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surakarta, menanggapi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa wilayah Sragen. Menurutnya, kelangkaan ini terjadi karena tingginya permintaan untuk kebutuhan pertanian dan acara hajatan.
“Permintaan gas melon memang sedang tinggi, terutama untuk mengairi sawah dan kegiatan hajatan. Jika ada hajatan, artinya roda ekonomi masyarakat berputar,” bilangnya.
Adapun untuk mencegah terjadinya panic buying, Tri Handoko mengimbau warga agar membeli gas sesuai kebutuhan. Ia memastikan pemerintah daerah dan Pertamina telah mengambil langkah untuk menambah pasokan gas subsidi.
“Kemarin sudah ada tambahan pasokan. Hari ini pemerintah daerah (Pemda) sudah mengajukan lagi dan besok serta Sabtu akan ada tambahan lagi,” kata Tri Handoko.
Pihaknya menjelaskan, Pertamina memiliki jadwal pengiriman gas ke setiap pangkalan, sehingga tidak semua mendapat kiriman setiap hari. Kendati begitu, secara keseluruhan pasokan gas untuk Sragen terus bertambah. (wah)
