Ilustrasi (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)
LANNY JAYA, solotrust.com - Aroma khas kopi meruak di atas dataran tinggi Bumi Cenderawasih, memantik senyum merekah para petani dari Distrik Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Kopi Tiom kini namanya semakin harum di pasar kopi nasional telah berhasil menjadi komoditas unggulan dan penggerak ekonomi baru masyarakat wilayah pegunungan tersebut.
Melalui program pemberdayaan PT PLN (Persero), produktivitas dan kualitas Kopi Tiom meningkat signifikan. PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) secara konsisten mendampingi kelompok tani, mulai dari perbaikan proses budidaya hingga pascapanen.
Salah satu terobosan kunci adalah pembangunan dome pengering biji kopi yang mampu memastikan kualitas tetap terjaga tanpa bergantung pada cuaca. Hasilnya, waktu pengeringan sebelumnya memakan waktu hingga satu bulan kini dapat dipangkas menjadi hanya 14 hari. Risiko gagal panen menurun drastis, sementara nilai jual kopi meningkat berkat kualitas lebih terstandardisasi.
Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom berterima kasih atas peran PLN telah mendampingi petani kopi di Kabupaten Lanny Jaya. Dirinya bersyukur upaya yang dilakukan mulai berbuah manis. Kopi Tiom telah bertransformasi menjadi salah satu komoditas penting dari kabupaten tersebut.
“Dulu kami cemas setiap kali hujan datang. Kopi bisa rusak, bahkan tidak laku. Sekarang, dengan pendampingan dan dome dari PLN, kami merasa aman. Kualitas kopi terjaga, harga naik, dan penghasilan kami bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” sebut Moses Yigibalom.
Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo turut mengapresiasi kontribusi PLN. Selain program pendampingan, menurut dia, intervensi PLN tak hanya menjawab tantangan teknis, namun juga membuka jalan bagi penguatan komoditas unggulan daerah.
“Kopi Tiom adalah identitas dan harta karun dari Papua Pegunungan. Selama ini tantangan terbesar kami adalah pada proses pascapanen karena cuaca yang ekstrem. Dukungan PLN melalui teknologi penjemuran dan pendampingan ini adalah langkah strategis dalam memajukan komoditas unggulan daerah," kata John Tabo.
"Kami mengapresiasi PLN telah menjadi mitra pembangunan yang sangat memahami kebutuhan riil masyarakat di lapangan, sesuai dengan visi misi kami dalam kesejahteraan masyarakat petani dengan meningkatkan penghasilan,” imbuhnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, mandat PLN kini melampaui dari sekadar menerangi rumah-rumah warga. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PLN berkomitmen hadir sebagai enabler atau pemacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga menghadirkan peluang. Melalui TJSL, kami ingin memastikan setiap program mampu menciptakan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat. Inilah bentuk creating shared value yang kami dorong, bukan hanya memberi manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan,” bilang Darmawan Prasodjo dalam siaran pers.
Keberhasilan program ini turut mengantarkan PLN UIW PPB meraih penghargaan Platinum Alignment pada Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026. Program ini dinilai mampu mengubah pendekatan bantuan menjadi investasi sosial terukur dan berdampak langsung.
Dengan skor 2,76 pada Corporate Economic Protection Index (CEPI), setiap Rp1 dana TJSL digelontorkan PLN mampu menghadirkan nilai ekonomi hingga hampir tiga kali lipat bagi masyarakat.
General Manager PLN UIW PPB, Roberth Rumsaur, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan dampak positif program ini. Ia juga berharap manfaat program-program pemberdayaan dilakukan PLN dapat semakin dirasakan secara luas para petani di Papua.
“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memastikan program TJSL tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri bagi masyarakat Papua. Kami ingin setiap rupiah disalurkan melalui TJSL memberikan proteksi ekonomi berkelanjutan bagi para petani kita,” tandas Roberth Rumsaur.
