Memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadan, penjualan tiket di Terminal Bus Boyolali masih sepi peminat. (Foto: Dok. solotrust.com/jaka)
BOYOLALI, solotrust.com - Memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadan, penjualan tiket di Terminal Bus Boyolali masih sepi peminat. Hal ini disinyalir karena banyak pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau pun mengikuti program mudik gratis.
Para penjual tiket pun telah memprediksi penjualan tiket pada perayaan Idulfitri tahun ini akan menurun, mengingat banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Penjual tiket bus di Terminal Boyolali, Asih Bela mengaku sampai saat ini belum ada satu orang pun memesan tiket untuk kebutuhan mudik maupun balik Lebaran.
“Masih sepi pembeli tiket, bus dari Jakarta atau dari kota besar aja belum ada yang masuk di terminal ini. Belum tahu ya kapan,” katanya kepada solotrust.com, Jumat (07/04/2023).
Asih Bela memprediksi pembelian tiket bus baru akan terjadi pada pekan keempat atau seminggu sebelum perayaan Idulfitri. Sementara untuk arus balik, diprediksi akan terjadi lonjakan pembelian tiket dua hari hingga satu pekan setelah Lebaran.
“Sekarang nggak kaya dulu, kalau dulu dapat diandalkan dari penjualan tiket bus, tapi sekarang sudah mulai sulit. Sekarang saja belum ada satu orang yang memesan,” ungkap dia.
Penjual tiket bus lainnya, Jarot mengatakan, pada perayaan Idulfitri tahun ini dimungkinkan banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu banyak pula pemudik menggunakan jasa penerbangan alias transportasi udara.
“Selama pandemi tahun lalu, penjualan tiket bus mulai sepi peminat. Bisa jadi para pemudik banyak yang menggunakan kendaraan pribadi dan juga naik pesawat,” kata dia.
Diutarakan, banyaknya pemudik menggunakan kendaraan pribadi jelas akan mengurangi penjualan tiket bus di teminal.
“Kalau pun ada pembeli tiket, paling arus balik nanti. Arus mudik paling satu atau dua saja, nggak banyak. Kalau dulu di pertengahan Ramadan seperti ini sudah banyak yang memesan tiket, tapi sekarang eranya sudah beda,” tukasnya. (jaka)
