Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, mendukung dan berpartisipasi aktif menyukseskan program Parade Silat Nusantara

SRAGEN, solotrust.com - Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang sempat beredar mengenai rencana ketidakhadiran mereka dalam rangkaian acara Festival Pendekar Nusantara. Sempat dikabarkan akan menarik diri, PSHT Cabang Sragen memastikan mereka tetap berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan acara pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) gerak kolosal melibatkan 17 perguruan silat di Kabupaten Sragen.
 
Ketua Cabang PSHT Sragen, Suwanto menjelaskan keputusan ini diambil dengan mengedepankan kepentingan lebih besar di atas ego pribadi maupun kelompok. Menurutnya, pemecahan rekor MURI ini melibatkan 17 perguruan, sehingga jika ada satu pihak menarik diri, dikhawatirkan dapat berdampak pada kegagalan acara secara keseluruhan.
 
"Kami tidak ingin MURI Kabupaten Sragen gagal. Oleh karena itu, pemecahan rekor MURI tetap harus kita dukung maksimal," ujarnya, Kamis (22/10/2026).
 
 
Selain mendukung pemecahan rekor MURI, PSHT Cabang Sragen juga menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan karnaval, serta pengisian stan dan penampilan dalam ajang Srawung Silat maupun Gerak Silat. Pihak pengurus menegaskan keikutsertaan stan mereka nantinya lebih difokuskan pada kegiatan edukasi untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat luas.
 
Melalui langkah ini, PSHT berharap kegiatan-kegiatan kebudayaan dan pencak silat di Kabupaten Sragen dapat berjalan lancar, sukses, serta membawa nama baik daerah.
 
Terpisah, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, mengutarakan pihaknya mendukung dan berpartisipasi aktif menyukseskan program dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam hal ini Parade Silat Nusantara. Ia pun siap mengerahkan seribu lebih pesilat dalam karnaval yang digelar Sabtu (24/10/2026) sore. Setiap ranting diminta mengirim minimal 50 orang tanpa ada batasan maksimal. 
 
“Ya, setiap ranting minimal 50 orang, maksimalnya tidak terbatas. Mereka dari siswa, warga, dan pamter. Mereka akan meramaikan karnaval, sedangkan untuk pemecahan MURI ada 30 orang. Kami sudah siapkan yang akan tampil dalam pemecahan MURI," terang Sunanto. (wah)