Rabu , 19 Desember 2018

PKP Indonesia Jadi Peserta Pemilu Nomor Urut 20

14 April 2018 00:24 WIB


Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dengan nomor urut 20 (kpu.go.id)

JAKARTA, solotrust.com - Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (13/04/2018) menetapkan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dengan nomor urut 20.

Pleno penetapan dipimpin langsung Ketua KPU Arief Budiman didampingi Komisioner Hasyim Asy’ari, Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Pramono Ubaid Tanthowi, Viryan serta Wahyu Setiawan. Hadir pula Ketua Umum DPP PKP Indonesia AM Hendro Priyono, Sekjen Imam Anshori serta perwakilan partai politik peserta pemilu 2019.



Sidang diawali penandatanganan berita acara penetapan PKP Indonesia sebagai peserta Pemilu 2019, serta berita acara penetapan nomor urut PKP Indonesia sebagai peserta Pemilu 2019. 

Acara dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan KPU Nomor 309/PL.01.1-Kpt/03/KPU/IV2018 tentang penetapan partai politik 2019 oleh Hasyim Asy’ari, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan KPU Nomor 310/PL.01.1-Kpt/03/KPU/IV/2018 oleh Evi Novida Ginting Manik.

“Menetapkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sebagai peserta Pemilu 2019,” ucap Hasyim di Ruang Sidang Utama KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta, dilansir dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum, kpu.go.id.

“Menetapkan nomor urut 20 sebagai nomor urut Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” lanjut Evi.

Berita acara serta surat keputusan penetapan selanjutnya secara resmi diserahkan dari KPU kepada PKP Indonesia serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diwakili Fritz Edward Siregar. Dalam kesempatan itu diserahkan pula piagam serta bola transparan dengan nomor urut 20.

“Bola transparan bukti KPU telah bekerja secara transparan,” jelas Arief.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP PKP Indonesia, AM Hendro Priyono menyatakan rasa syukur telah mendapat keadilan bisa ikut dalam Pemilu 2019. Dia juga berterimakasih kepada KPU telah menerima putusan PTUN Jakarta.

“Saya juga sangat terimakasih kepada KPU yang menunjukkan ketulusan dan mengajarkan kepada masyarakat di Indonesia untuk taat hukum,” kata dia.

Lebih lanjut, Hendro Priyono memohon maaf apabila selama perjalanan mengikuti proses menjadi peserta pemilu terjadi hal-hal kurang berkenan. Pihaknya berharap ke depan dapat meningkatkan kerjasama antara peserta dengan penyelenggara.

“Saya mohon maaf apabila di dalam perjalanan dari awal sampai kami terima keputusan ada hal-hal yang kurang berkenan, benturan yang tidak sengaja karena kami tidak tahu,” ujarnya.

(and)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com