Jumat , 17 Agustus 2018

Ini Dia Bukti Adanya Alkuturasi Budaya di Karnaval Grebeg Sudiro

11 Februari 2018 18:37 WIB


Panitia Karnaval Budaya Grebeg Sudiro saat menggunakan lurik. Hal ini sebagai bentuk adanya Alkuturasi budaya di Grebeg Sudiro. (solotrust.com/dit)

SOLO, solotrust.com- Alkuturasi dua budaya antara Tionghoa dan Jawa terasa kental saat karnaval budaya Grebeg Sudiro, Minggu (10/2/2018) siang, di kawasan Pasar Gede. Bagaimana tidak, semua panitia kegiatan yang terlibat di dalamnya, menggunakan pakaian adat Jawa lurik.

Tak heran, jika hal tersebut menjadi pemandangan tersendiri. Grebeg Sudiro sendiri, diadakan dalam rangka menyongsong tahun baru Imlek tahun ini.



Ketua Panitia Grebeg Sudiro Bul Hartomo menerangkan, jika budaya mampu membuat kita menjadi satu. Terlebih lagi melalui ajang Grebeg Sudiro ini menjadi sebuah kekuatan dan mempertegas jika semboyan bangsa Indonesia Bhineka Tunggal Ika saat ini masih ada.

“Kami tak menyangka jika setiap tahunnya peserta karnaval selalu meningkat. Tahun ini saya lebih dari 2.000 peserta dan 67 kelompok. Bahkan, ada kelompok peserta dari Jambi. Yang jelas, kami tetap akan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” terangnya.

Dalam kirab tersebut, selain menampilkan potensi lokal baik kuliner maupun budaya Sudiroprajan, juga menampilkan kesenian khas Tionghoa dan Jawa, seperti barongsai, reog dan masih banyak lagi. (dit)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com