Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat jajaran akademisnya dengan mengukuhkan lima guru besar baru. Prosesi pengukuhan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (20/01/2026) di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS

​SUKOHARJO, solotrust.com - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat jajaran akademisnya dengan mengukuhkan lima guru besar baru. Prosesi pengukuhan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (20/01/2026) di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

​Kelima pakar dikukuhkan, yakni Prof. Dr.Suranto, Prof. Heru Supriyono, S.T. MSc, PhD, Prof. Umi Budi Rahayu, SSTFT,M.Kes, Prof. Dr. Andri Nirwana AN, S.TH, M.Ag. PhD, dan Prof. Eko Setiawan,S.T.,M.T., PhD.

Prof Suranto dalam paparanya menyoroti mengenai Technopreneurship. Hal ini dinilai menarik perhatian karena relevansinya dengan tantangan ketenagakerjaan modern.

​"Technopreneurship adalah jawaban atas tantangan perubahan teknologi dan keterbatasan lapangan kerja. Kita butuh inovasi digital dan AI (Artificial Intelligence) agar lulusan SMK serta vokasi tidak hanya menjadi pengguna, tetapi penemu solusi berbasis ilmu pengetahuan," paparnya

​Prof Suranto menekankan urgensi technopreneurship muncul akibat tingginya angka pengangguran terdidik dan adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, Prof Umi Budi Rahayu dalam paparanya menyampaikan neurorestorasi adalah upaya memulihkan lesi saraf berdasarkan mekanisme regenerasi saraf. Ia menyatakan tertarik mengangkat stroke penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung iskemik dan penyevab kecacatan yang berkembang di seluruh dunia. Menurut WHO, stroke penyebab kematian nomor tiga di negara berkembang.

"Riset neurorestorasi saya kembangkan dengan membuat inovasi produk alat yang bisa digunakan untuk pasien pascastroke dalam mengoptimalkan kemampuan fungsi motoriknya,' jelas Prof Umi Budi Rahayu. (nas)