Expo Seni 2026 ISI Surakarta.
SOLO, solotrust.com-Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali membuktikan diri sebagai panggung seniman muda berbakat melalui gelaran akbar Expo Seni 2026. Mengusung tagline “Gema Karya Prestasi Mahasiswa”, acara yang berlangsung pada 23–24 September 2026 di Pendapa GPH Joyokusumo dan Teater Besar Kampus Kentingan ini tak sekadar menjadi pameran biasa, melainkan wadah perayaan atas kerja keras para mahasiswa di kancah regional, nasional, hingga internasional.
Acara yang dipadati pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari akademisi, masyarakat umum, hingga pelajar—ini dirancang sebagai jembatan apresiasi budaya sekaligus wadah pembelajaran langsung (experiential learning). Bagi para siswa sekolah, gelaran ini menjadi ruang edukasi estetika yang membuka wawasan mengenai proses kreatif di perguruan tinggi seni.
Buka-Bukaan Soal Proses Kreatif di Balik Prestasi
Gelaran ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat ISI Surakarta, Dr. Drs. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-62 ISI Surakarta yang mengusung tema besar "Transformasi Seni, Menggerakkan Peradaban".
Dalam sambutannya, Dr. Zulkarnain menegaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan bukan sekadar ajang pamer medali atau piala. Lebih dari itu, Expo Seni 2026 ingin memperlihatkan perjalanan panjang, perjuangan, serta ketangguhan mahasiswa dalam melahirkan sebuah karya seni unggulan.
“Ini penting untuk kita apresiasi, karena sering kali kita hanya tahu hasil akhirnya: 'juara satu', 'juara dua', atau 'mendapat penghargaan'. Tapi kita tidak selalu melihat cerita panjang di belakangnya. Ada latihan berulang, kegagalan, revisi, rasa lelah, dan rasa kecewa—namun tetap ada keberanian untuk mencoba lagi. Di situlah nilai sejati sebuah prestasi,” ujar Dr. Zulkarnain.
Dari Kampus Menuju Penggerak Peradaban
Tema “Transformasi Seni, Menggerakkan Peradaban” membawa pesan kuat bahwa karya mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang akademis atau lemari piala. ISI Surakarta mendorong agar karya-karya berprestasi tersebut dikembangkan menjadi portofolio profesional, membuka peluang kewirausahaan berbasis seni, menciptakan kolaborasi lintas disiplin, hingga menembus jejaring internasional.
Pihak rektorat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang telah membawa harum nama ISI Surakarta di berbagai ajang kompetisi.
Sebagai penutup sambutannya, Dr. Zulkarnain menitipkan pesan mendalam bagi para juara dan seluruh seniman muda ISI Surakarta agar tidak cepat berpuas diri.
“Jangan berhenti berkarya setelah menjadi juara,” tandasnya menegaskan semangat berkelanjutan dari gelaran Expo Seni 2026. (nas)
