Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau salah satu lokasi penerima bantuan di KDMP Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kamis (01/01/2026)

BOYOLALI, solotrust.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia terus menggencarkan program bantuan budidaya ikan tematik berbasis sistem bioflok di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Boyolali. Program ini dinilai ramah lingkungan karena mampu mengolah limbah budidaya menjadi nutrisi kembali bagi ikan.

Bantuan budidaya ikan tematik disalurkan kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Di Boyolali, tercatat ada tiga kecamatan menerima bantuan dari KKP, yakni Wonosamodro, Sambi, dan Andong.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung salah satu lokasi penerima bantuan di KDMP Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kamis (01/01/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan program bantuan budidaya ikan tematik merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui sumber protein hewani. Program ini disesuaikan dengan karakter wilayah, mulai dari perairan darat, perairan pesisir, hingga perairan laut.

“Kita ingin hampir seluruh desa nantinya bisa kita kembangkan. Ujungnya, Boyolali diharapkan menjadi produsen protein ikan lele yang kuat karena kandungan proteinnya sangat luar biasa,” kata Sakti Wahyu Trenggono.

Khusus untuk Boyolali, KKP menyalurkan bantuan berupa 60 ribu ekor bibit ikan lele, 24 unit kolam bioflok berdiameter empat meter, 5.580 kilogram pakan, dua unit genset, dua unit hi-blow, satu unit mesin air, serta probiotik, vitamin, sistem aerasi, dan berbagai peralatan pendukung budidaya lainnya. (jaka)