Sedulur Sragen Bersatu (SSB) menggelar aksi sosial di Dusun Ngamban, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen. Mereka memberikan bantuan Alquran, lampu penerangan, alat kebersihan, dan uang donasi untuk rumah tahfiz
SRAGEN, solotrust.com - Komunitas lintas agama dan lintas profesi tergabung dalam Sedulur Sragen Bersatu (SSB) menggelar aksi sosial di Dusun Ngamban, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen. Mereka memberikan bantuan Alquran, lampu penerangan, alat kebersihan, dan uang donasi untuk rumah tahfiz. Selain itu sejumlah perlengkapan sekolah dan jajanan juga dibagikan kepada puluhan anak-anak penghafal Alquran.
Suasana berbeda terlihat di rumah tahfiz sederhana di Ngamban, RT 04 RW 02. Seusai kegiatan belajar Alquran, masing-masing anak dibagikan peralatan sekolah, seperti buku, alat tulis, serta jajanan. Kendati hanya sederhana, perhatian kecil ini membuat anak-anak lebih ceria dan termotivasi untuk belajar menghafal Alquran.
Salah satu anak penghafal Alquran, Dinda Humaira bilang, dirinya hampir setiap hari selepas magrib belajar Alquran di rumah tahfiz.
"Ini tadi diberi buku, alat tulis, dan jajanan. Seneng banget bisa buat belajar di sekolah juga," ucap siswa sembilan tahun itu.
Kepala Desa Gawan, Sutrisno yang hadir di lokasi menyampaikan apresiasi terhadap komunitas SSB telah memberikan perhatian kepada anak-anak generasi penerus penghafal Alquran di wilayahnya. Dirinya mengajak semua pihak berlomba-lomba berbagi dan berbuat kebaikan.
"Rumah tahfiz sederhana di tempat Mas Triyanto ini sudah belasan tahun digunakan anak-anak untuk belajar menghafal Alquran. Kebetulan bersama istrinya hafal Alquran sehingga ingin mengabdi dengan berbagi ilmu," kata Sutrisno.
Menurutnya, hal ini sangat penting sebab jika tak dibekali ilmu agama, anak akan memiliki akhlak yang kurang. Selain itu bagi anak-anak juga akan tertanam dirinya menjadi bagian awal dari perjuangan para ulama dalam syiar agama.
"Kami berterima kasih kepada komunitas Sedulur Sragen Bersatu. Kepedulian ini akan menjadi motivasi bagi anak-anak. Mari kita berlomba-lomba berbuat kebaikan," tambah Sutrisno.
Sementara itu, koordinator SSB, Hendri 'Momon' Santoso, mengungkap dirinya hanya perwakilan dari komunitas yang ingin berbagi kepada masyarakat. Ia juga menggandeng semua pihak untuk bersama-sama memajukan Sragen.
"Sedulur Sragen Bersatu ini lintas agama dan lintas profesi, ada yang saat ini berada di Sragen, tak sedikit juga yang sedang merantau di luar daerah, bahkan di luar negeri. Kami semua tetap memberikan perhatian ke Kabupaten Sragen yang menjadi tempat asal kami, " terang pria yang kerap dipanggil Momon ini.
Sebelumnya, SSB juga membagikan bantuan hampir serupa kepada anak yatim di Kecamatan Jenar, dan kini ditujukan ke rumah tahfiz sederhana yang di dalamnya terdapat anak-anak penghafal Alquran.
"Hari ini kami menyasar rumah tahfiz di Ngamban yang dengan keterbatasan tetap sukarela mengajari anak-anak untuk hafal Alquran. Jangan dinilai nominalnya, tapi ketulusan dari teman-teman ini. Kami harapkan menjadi jalan bersama bagi semua pihak untuk peduli dan mengabdi kepada masyarakat Sragen," pungkas Momon. (wah)
