Komisi C DPRD Kota Semarang menyoroti sejumlah titik yang menjadi tumpukan sampah sejak awal 2026.

SEMARANG, solotrust.com - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup menyoroti sejumlah titik yang menjadi tumpukan sampah sejak awal 2026.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, mengatakan pihaknya telah menerima masukan dari masyarakat terkait persoalan pengangkutan sampah. Salah satunya terkait perubahan sistem kerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Awal tahun ini ada perubahan sistem pengangkutan dari sebelumnya dikelola dinas, kini sebagian dilimpahkan ke pihak ketiga. DLH menyampaikannya dalam rapat bersama," kata Danur Rispriyanto.

Menurutnya, DPRD tak ingin terjebak dalam perdebatan teknis mengenai siapa paling bertanggung jawab. Adapun yang terpenting tidak boleh ada sampah menumpuk lebih dari satu hari di lingkungan warga.

Dalam diskusi kelompok terarah bersama para sopir truk sampah, Komisi C juga menerima sejumlah keluhan teknis di lapangan. Para sopir mengaku harus memperbaiki kerusakan ringan armada secara mandiri karena keterbatasan fasilitas.

Menindaklanjuti hal itu, Komisi C meminta DLH menghitung secara detail kebutuhan armada, jumlah sopir, serta skema anggaran yang diperlukan. Hasil perhitungan akan dibahas dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026.

Selain pengawasan terhadap kinerja DLH dan mitra pengangkutan, DPRD juga akan melakukan sosialisasi di daerah pemilihan masing masing. Edukasi kepada warga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

Komisi C berencana kembali menggelar rapat evaluasi dalam satu hingga dua bulan ke depan, khususnya dengan dinas yang bersinggungan langsung, termasuk DLH. Evaluasi akan mencermati efektivitas kerja pihak ketiga, kondisi armada, serta pengelolaan tempat pembuangan sampah (TPS).

"Kita perlu kerja bareng dan pengawasan bareng agar persoalan sampah di Kota Semarang benar-benar clear dan clean, jangan sampai berlarut larut," pungkas Danur Rispriyanto.