Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menggelar panen raya padi, sekaligus meluncurkan Pilar Jateng, sebuah inovasi berbasis data spasial untuk mendukung pembangunan dan ketahanan pangan di Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026)
KLATEN, solotrust.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menggelar panen raya padi, sekaligus meluncurkan Pilar Jateng, sebuah inovasi berbasis data spasial untuk mendukung pembangunan dan ketahanan pangan di Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).
Panen raya berlangsung di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Dalam kegiatan itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares serta kepala DKPP Klaten turut mengoperasikan mesin pemanen padi atau combine harvester.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam pembangunan pangan nasional. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi padi Jawa Tengah pada periode Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 7.523.848 ton gabah kering giling (GKG) atau 71,25 persen dari target produksi 2026 sebesar 10.559.679 ton GKG. Sementara, produktivitas padi Jawa Tengah pada periode Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 5,5 ton per hektare.
“Panen hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Panen adalah bukti bahwa kerja keras petani, dukungan pemerintah, penyuluh, sarana produksi, irigasi, mekanisasi, dan seluruh ekosistem pertanian dapat menghasilkan sesuatu yang nyata,” kata Defransisco Dasilva Tavares.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian juga membutuhkan dukungan data akurat. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah meluncurkan Pilar Jateng untuk membantu pemetaan infrastruktur, lahan, dan jaringan irigasi pertanian berbasis data spasial.
"Pilar Jateng ini mengintegrasikan berbagai data infrastruktur pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (Alsintan), pupuk, lahan pertanian, serta jaringan irigasi. Data tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta spasial," jelas Defransisco Dasilva Tavares.
Dengan sistem tersebut, pemerintah tak hanya melihat data dalam bentuk angka dan tabel, namun juga dapat mengetahui lokasi, kondisi, kebutuhan, hingga wilayah yang harus mendapatkan prioritas intervensi pembangunan pertanian.
Peluncuran Pilar Jateng diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sektor pertanian di Jawa Tengah, sekaligus memastikan kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
"Kita perkuat tata kelola sektor pertanian di Jawa Tengah. Di Klaten ini tanahnya subur dan airnya cukup untuk pertanian," seru Defransisco Dasilva Tavares.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan panen raya, sekaligus peluncuran Pilar Jateng di wilayahnya.
"Klaten adalah lumbungnya padi di Jateng. Kami bersyukur hari ini ada peluncuran Pilar Jateng di Klaten, " katanya.
Kabupaten Klaten merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Tengah. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, produksi padi Kabupaten Klaten mencapai 267.381 ton GKG, meningkat 10,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produktivitas padi di Kabupaten Klaten juga mencapai 5,6 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas Jawa Tengah yang berada di angka 5,5 ton per hektare.
“Pilar Jateng ini kami apresiasi. Harapannya, pemanfaatan data dan teknologi dapat mempercepat pemerataan infrastruktur pertanian, sehingga Klaten bisa terus menjaga perannya sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah,” bilang Hamenang Wajar Ismoyo. (jaka)
