Sabtu , 24 Februari 2018

Ketua NU Solo: NU Tak Boleh Ikut Politik Praktis

11 Januari 2018


Ketua PC NU Kota Solo Helmy Ahmad Sakdilah (solotrust-vin)

SOLO, solotrust.com - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Solo Helmy Ahmad Sakdilah, menegaskan NU sebagai organisasi tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik, apapun bentuknya. Hal itu mengingat saat ini kedua tokohnya menjadi pendamping calon gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Sebagaimana diketahui, dalam Pilgub Jateng 2018 Ganjar Pranowo berpasangan dengan Taj Yasin alias Gus Yasin, sedangkan Sudirman Said berpasangan dengan Ida Fauziyah.



Taj Yasin merupakan politikus PPP yang merupakan putra ulama karismatik KH Maimoen Zubair. Pasangan ini diusung PDIP, PPP, NasDem, Demokrat, serta Golkar.

Sementara tokoh NU penantang Ganjar-Gus Yasin adalah Ida Fauziyah. Ia tercatat sebagai Ketua Fraksi PKB DPR RI dan mantan Ketua Fatayat NU. Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB.

"Secara organisasi, NU tidak boleh berpolitik. Tapi bersyukur juga keduanya menjadi wakil dari NU, meski beda haluan politik. Keduanya sama-sama baik, untuk ke depan, harapannya program yang nanti sekiranya ditawarkan dapat mengena di hati warga NU," ungkapnya saat ditemui wartawan di Balai Kota Surakarta, Kamis (11/1/2018).

Disinggung soal kriteria pemimpin yang layak menahkodai Jawa Tengah, Helmi mengatakan bahwa pemimpin tersebut adalah yang dapat mengerti dan memperjuangkan aspirasi NU. Helmy mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan rapat internal menanggapi kemungkinan terbelahnya suara NU di Pilgub Jateng,

"Kriteria pemimpin itu yang bisa mengerti dan memperjuangkan NU, itu saja. Kita juga menunggu keputusan dari wilayah, meski kita diberikan hak untuk menentukan sikap sendiri. Intinya supaya warga NU tidak bingung, dalam waktu dekat, kita akan mengadakan rapat sendiri," tandasnya.

NU, lanjut Helmy, bersifat netral dalam Pilgub Jateng. Potensi suara yang dimiliki NU di Solo, dikatakan seperempat jumlah penduduk Kota Solo yang merupakan kalangan Nahdhiyin. Maka dari itu, dirinya mengimbau agar warga NU di Solo dapat memilih sesuai hati nurani dan tidak terlibat politik praktis.

(vin)

(way)

  • Kontak Informasi SoloTrustcom
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com